Diriku
dan Kepedulianku Terhadap Indonesia
Oleh
Desty
Dwi Kayanti
Namaku
Desty Dwi Kayanti, aku lahir pada 3 desember 1995, saat ini umurku 18 tahun dan
aku baru saja menyelesaikan kuliah semester 1 ku, aku memiliki hobby membaca
Al-Qur’an, majalah islamiah, novel motivasi, koran, buku politik dan aku juga
suka menulis mulai dari cerpen, novel, esay bahkan karya ilmiah. Inilah hobiku
dari dulu. Berbicara mengenai karakter, menurut tes karaktek, karakterku adalah
sanguinis dan melankolis, memang benar kenyataannya karena aku orangnya suka
berbicara, suka orasi, banyak bertanya, selalu ceria, dan aku orangnya senang
akan diskusi, baik itu diskusi mengenai politik, organisasi, agama, budaya dan
lain-lainnya. Selain itu aku orangnya senang menulis jadwal kegiatan
sehari-hari. Dan aku juga senang membuat target-target dalam hidup. Aku sering
memikirkan masa depanku, dan apa yang aku lakukan saat ini dan esok, aku selalu
memikirkannya, dan aku orangnya tidak senang membicarakan orang lain atau
membenci orang lain. Dalam prinsipku semua orang itu adalah baik dan mereka
semua adalah saudaraku, dan aku tidak ingin menyakiti orang lain dan aku
terkadang sering sedih ketika merasa telah menyakiti orang lain. Aku juga bisa
kecewa saat apa yang ku inginkan tidak tercapai. Aku akan merasa sangat kecewa
saat yang kuinginkan tidak tercapai, tapi perasaan ini hanya menghantuiku
seketika, aku biasanya langsung bisa
semangat lagi.Beginilah aku, aku memiliki banyak teman, karena aku sangat senang memiliki banyak
kenalan. Dan juga aku senang bisa saling bercerita bersama teman-teman. Tapi
cerita yang memotivasi, untuk cerita masalah keluarga aku paling tidak menyukai
itu untuk saat ini, karena aku kurang percaya jika menceritakan sesuatu kepada
orang lain, aku lebih nyaman jika menceritakannya kedalam buku karena jika aku
cerita dalam buku maka yang tahu tentang perasaanku hanya buku dan diriku
sendiri serta sang penciptaku, Allah swt. Jika aku ada masalah aku jarang mau
menceritakannya ke orang lain, biasanya aku diam sendiri di kamar, kadang
nangis, dan langsung menulis apa yang ku rasa. Inilah yang membuatku lega. Jika
ku ceritakan tentang pengalaman hidup yang telah ku alami dari kecil di sini
mungkin semua orang tidak akan menyangka apa yang telah aku alami, pengalaman hidup
yang mungkin sangat pedih dan menyakitkan dan tak pernah terbayangkan oleh
siapapun. Saat ini aku di kenal orang yang sangat bersemangat, ceria, banyak
teman, senang bergaul dengan siapa saja. Tidak pernah terlihat kesedihan dalam
hidupku, itulah yang selalu ku pertahankan dalam hidupku, walau sebenarnya aku
juga pernah menangis dan bahkan aku orangnya suka menangis. Tapi untunglah aku
masih bisa tetap bersemangat menjalani hidup. Saat ini aku mengikuti berbagai
organisasi, ada FLMPI(Forum Lembaga Mahasiswa Perindustrian Indonesia), LDK(Lembaga
Dakwah Kampus), KAMMI(Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) dan ada juga
kepanitian di kampus yang pernah aku ikuti. Banyak orang yang mengira aku
terlalu memporsir diriku dengan banyak kegiatan, dan ada juga teman-temanku
yang memuji betapa kuatnya diriku. Sebenarnya, aku suka dan senang ikut
organisasi karena disanalah aku bisa bertemu banyak orang, berbagi pengalaman, pengalaman
kepemimpinan yang luar biasa yang membuatku sadar akan pentingnya waktu dan hidup
ini. Dimulai dari aku menjadi mahasiswa, pikiranku terbuka lebar akan tujuan
hidup dan apa yang harus aku lakukan di dunia ini. Saat ini gelarku mahasiswa, aku
sudah tidak lagi memikirkan diriku sendiri tapi saat ini yang ku pikirkan
adalah rakyat di negeriku Indonesia ini. Ternyata di luar sana sangat banyak
problematika umat, seperti kemiskinan, korupsi, kriminalitas, pembunuhan,
kelaparan dimana-mana, ketidakadilan, serta yang membuatku begitu perih adalah
ketika Negeri tempatku hidup ini di kuasai oleh Negara lain. Begitu menyedihkan
kondisi Negeriku ini yang seharusnya menjadi tanggung jawabku sebagai
mahasiswa. Naluri keingginan bermanfaat bagi sesama inilah yang membuatku untuk
terus ikut berpatisipasi aktif untuk berkontribusi dalam segala kegiatan baik
di kampus maupun di luar kampus. Aku senang dengan kegiatanku saat ini. Dan aku
menikmati proses yang sedang ku jalani saat ini. Aku sangat senang
memperdulikan permasalahan yang sedang melanda Indonesia, Dunia, maupun di
ranah kampusku sendiri. Aku selalu berpikir jika bukan aku lalu siapa yang akan
peduli??? Inilah yang menjadi motivasiku untuk terus bangkit berkontribusi
untuk kampus, masyarakat, Bangsa dan Negaraku. Semoga dengan jalan yang sudah
di takdirkan ini menghantarkan aku untuk bertemu Allah di akherat kelak dan ini
menjadi bekalku untuk selalu dekat dengan-Nya.
subhanallah . . . cerita yang bisa jadi inspirasi para muslimah di luar sana (y)
BalasHapus