Rabu, 12 Maret 2014

Pak Candra Menyadarkanku oleh Desty Dwi Kayanti(DDK)


Pak Candra Menyadarkanku
Senin,16 desember 2013
Berawal dari dinginnya embun pagi ku terbangun dalam lelapnya tidur, tepat pukul 03.30 ku terbangun dengan hati yang tenang, damai seperti kehidupan baru yang ku rasakan. Kubergegas menuju mengambil air wudhu untuk menunaikan tugasku untuk beribadah kepada sang pencipta ALLAH SWT yang telah membangunkanku pada hari ini dan telah memberikannku kesempatan serta nikmat yang luar biasa.Ku tunaikan sholat tahajudku dengan mengharapkan kedekatan dengan Tuhanku, ku ingin hal ini akan terjadi juga hari besok dan selamanya. Kesenangan menyelimuti hatiku, betapa berharganya waktu hari ini. Ku berpikir apa yang sudah ku perbuat hari-hari kemarin, tapi memikirkan masa lalu tidak membuatku tertarik, sekarang yang hanya ku pikirkan aadalah apa yang harusnya ku lakukan hari ini dan esok, aku harus bisa lebih baik dari hari kemarin. Seperti biasa ku laksanakan kegiatan sehari-hariku, sholat subuh, nyuci pakaian, mandi, bersihkan kamar, itulah yang kulakukan hari ini. Setelah semua selesai ku lakukan, ku bergegas menuju kampus karena waktu rapat sudah tiba, aku tak ingin telat dalam segala hal. Hari ini aku puasa, seperti biasanya, kegiatan rutinku ini selalu ku laksanakan dan aku ingin ini menjadi kebiasaanku sampai tua nanti. Aku sedikit kecewa saat menuju kampus, terlihat dari kejauhan tidak ada berjejer sepatu di masjid kampus, padahal pikirku aku telah telat beberapa menit dari jadwal yang di tentukan tapi kenyataan berkata lain,tak ada seorang pun di masjid kampus tempat kami akan rapat. Ku masuki masjid kampus yang sepi tak ada nyawa, gelap, teras yang kotor, itulah penampakan pagi yang ku lihat di masjid kampusku, ku nyalakan lampu masjid, terang menyeliputi ruangan masjid,ku tunggu kedatangan teman-teman yang lain tapi tak ada yang kunjung datang,ku pikir untuk melaksanakan sholat dhuha terlebih dahulu untuk menunggu kedatangan mereka. Selesai sholat ternyata teman-temanku sudah ada yang datang, kami pun memulai rapat, tak lama mendiskusikan agenda rapat, waktu terus berjalan, waktu menunjukan pukul 07.15, menandakan rapat syiar lembaga dakwa kampus telah selesai, rasa hati semakin senang karena aku akan menuju ruang kelas di lantai 3,ku telusuri jalan dari masjid kampus menuju ruang kelas, ku lewati jalan menurun, menaiki tangga pertama, tiba disebuah loby kampus, ku lanjutkan menaiki tangga menuju lantai 2, terus naik, naik, naik dan naik, usaha yang begitu keras ku lakukan untuk mencapai lantai 3 di mana ruang kelas tercintaku berada. Seperti biasa suasana kelas penuh dengan keributan pembicaran orang-orang yang ada di kelas tapi hari ini ada keadaan yang begitu berbeda dan cukup aneh dari biasannya, terlihat teman-teman sedang serius dan tegang membaca sebuah paper untuk persentasi. Hari ini adalah persentasi kimia anorganik oleh pak Candra, dosen yang katannya sangat galak dan sensitif. Tiba-tiba suasana kelas menjadi sepi, terlihat dari kejauhan seorang pria, tinggi standar, badan agak gemuk dengan perut sedikit buncit memasuki ruang kelas, oh ternyata itu adalah pak Candra, suasana sepi menyambut kedatangannya yang begitu menakutkan. Awalnya ku berdoa agar hari ini kelompokku tidak maju persentasi, ooooh,, tapi takdir berkata lain, setelah melihat kelompok lain maju untuk pertama kalinya begitu mengerikan susananya, semakin membuat hatiku berdebar kencang dan tetap mengucapkan doa agar kelompokku tidak maju untuk persentasi, tapiiiiiiiiii,,,ahhhhhh,,,, sungguh mengejutkan dan menakutkan ku dengar teriakan yang berhasil membuat jantungku hampir copot teriakan kelompok 6 dari pak Candara,, ya, itulaah kelompokku,, sungguh kenyataan yang pahit, ku coba untuk tegarkan hati agar tidak gugup tapi jantungku tak bisa berhenti berdebar,ku kuatkan semangatku dengan memikirkan hal positif bahwa hari ini adalah hari yang begitu menyenangkan.Hatiku cukup tenang tapi tak membuat jantungku berhenti berdebar, kulalui semuanya, melihat beberapa temanku tidak dapat menjawab, membuatku semakin tegang dan membuat jantungku berdebar cepat, ku berharap aku dapat materi yang terakhir tapi lagi-lagi kenyataan berbalik, aku mendapat materi yang tidak ku baca dan kuasai, ohh sungguh kejutan yang begitu mengensankan. Dengan tegas aku menjawab aku tak menguasai materi itu, dan hatiku berasa terbebas dari beban yang sangat berat, lega,,ya itu yang bisa terucap, walaupun akhirnya teman sekelompokku harus berdiri mengikuti kelompok pertama yang juga sama dengan kelompokku tidak bisa menjawab, tapi penyesalan tidak ada sedikitpun, pikiranku hari ini di penuhi hal-hal positif, aku sangat senang ternyata banyak pelajaran yang bisa ku dapat pada hari ini, pak candra sangat marah saat kelompok ketiga juga tidak bisa menjawab seperti kelompok sebelumnya. Pak Candra memberiku suntikan akan kata-katanya yang begitu menusuk hati, bahwa cara belajar seorang mahasiswa tidak seperti yang selama ini kami lakukan, beliau dulu saat SMA saat akan presentasi di depan kelas,beliau sudah mengusai materi yang hendak di paparkan,yaa hal ini membuatku sadar bahwa presentasi yang selama ini kami lakukan itu adalah hal yang kurang tepat,dengan maju ke depan, membacakan apa yang ada di slide tanpa mengusai materi yang di paparkan, aauuooggwwwhhh ,,,  itu memang kenyataan yang sering kami praktikan di mata kuliah yang ada presentasinya, setidaknya pak candra menyadarkanku, semoga teman-teman yang lain juga merasakan hal yang sama denganku,mulai saat ini ku ikrarkan untuk mengubah pola pikir dalam presentasiku dimanapun dan kapanpun. Jika pak candra bisa kenapa aku tak bisa??? Yang penting aku mau berhusaha untuk belajar.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar