Pak
Candra Menyadarkanku
Senin,16
desember 2013
Berawal
dari dinginnya embun pagi ku terbangun dalam lelapnya tidur, tepat pukul 03.30
ku terbangun dengan hati yang tenang, damai seperti kehidupan baru yang ku
rasakan. Kubergegas menuju mengambil air wudhu untuk menunaikan tugasku untuk
beribadah kepada sang pencipta ALLAH SWT yang telah membangunkanku pada hari
ini dan telah memberikannku kesempatan serta nikmat yang luar biasa.Ku tunaikan
sholat tahajudku dengan mengharapkan kedekatan dengan Tuhanku, ku ingin hal ini
akan terjadi juga hari besok dan selamanya. Kesenangan menyelimuti hatiku, betapa
berharganya waktu hari ini. Ku berpikir apa yang sudah ku perbuat hari-hari
kemarin, tapi memikirkan masa lalu tidak membuatku tertarik, sekarang yang
hanya ku pikirkan aadalah apa yang harusnya ku lakukan hari ini dan esok, aku
harus bisa lebih baik dari hari kemarin. Seperti biasa ku laksanakan kegiatan
sehari-hariku, sholat subuh, nyuci pakaian, mandi, bersihkan kamar, itulah yang
kulakukan hari ini. Setelah semua selesai ku lakukan, ku bergegas menuju kampus
karena waktu rapat sudah tiba, aku tak ingin telat dalam segala hal. Hari ini
aku puasa, seperti biasanya, kegiatan rutinku ini selalu ku laksanakan dan aku
ingin ini menjadi kebiasaanku sampai tua nanti. Aku sedikit kecewa saat menuju
kampus, terlihat dari kejauhan tidak ada berjejer sepatu di masjid kampus, padahal
pikirku aku telah telat beberapa menit dari jadwal yang di tentukan tapi
kenyataan berkata lain,tak ada seorang pun di masjid kampus tempat kami akan
rapat. Ku masuki masjid kampus yang sepi tak ada nyawa, gelap, teras yang
kotor, itulah penampakan pagi yang ku lihat di masjid kampusku, ku nyalakan
lampu masjid, terang menyeliputi ruangan masjid,ku tunggu kedatangan
teman-teman yang lain tapi tak ada yang kunjung datang,ku pikir untuk
melaksanakan sholat dhuha terlebih dahulu untuk menunggu kedatangan mereka. Selesai
sholat ternyata teman-temanku sudah ada yang datang, kami pun memulai rapat, tak
lama mendiskusikan agenda rapat, waktu terus berjalan, waktu menunjukan pukul
07.15, menandakan rapat syiar lembaga dakwa kampus telah selesai, rasa hati
semakin senang karena aku akan menuju ruang kelas di lantai 3,ku telusuri jalan
dari masjid kampus menuju ruang kelas, ku lewati jalan menurun, menaiki tangga
pertama, tiba disebuah loby kampus, ku lanjutkan menaiki tangga menuju lantai
2, terus naik, naik, naik dan naik, usaha yang begitu keras ku lakukan untuk
mencapai lantai 3 di mana ruang kelas tercintaku berada. Seperti biasa suasana
kelas penuh dengan keributan pembicaran orang-orang yang ada di kelas tapi hari
ini ada keadaan yang begitu berbeda dan cukup aneh dari biasannya, terlihat
teman-teman sedang serius dan tegang membaca sebuah paper untuk persentasi. Hari
ini adalah persentasi kimia anorganik oleh pak Candra, dosen yang katannya
sangat galak dan sensitif. Tiba-tiba suasana kelas menjadi sepi, terlihat dari
kejauhan seorang pria, tinggi standar, badan agak gemuk dengan perut sedikit
buncit memasuki ruang kelas, oh ternyata itu adalah pak Candra, suasana sepi
menyambut kedatangannya yang begitu menakutkan. Awalnya ku berdoa agar hari ini
kelompokku tidak maju persentasi, ooooh,, tapi takdir berkata lain, setelah
melihat kelompok lain maju untuk pertama kalinya begitu mengerikan susananya, semakin
membuat hatiku berdebar kencang dan tetap mengucapkan doa agar kelompokku tidak
maju untuk persentasi, tapiiiiiiiiii,,,ahhhhhh,,,, sungguh mengejutkan dan
menakutkan ku dengar teriakan yang berhasil membuat jantungku hampir copot
teriakan kelompok 6 dari pak Candara,, ya, itulaah kelompokku,, sungguh
kenyataan yang pahit, ku coba untuk tegarkan hati agar tidak gugup tapi
jantungku tak bisa berhenti berdebar,ku kuatkan semangatku dengan memikirkan
hal positif bahwa hari ini adalah hari yang begitu menyenangkan.Hatiku cukup
tenang tapi tak membuat jantungku berhenti berdebar, kulalui semuanya, melihat
beberapa temanku tidak dapat menjawab, membuatku semakin tegang dan membuat
jantungku berdebar cepat, ku berharap aku dapat materi yang terakhir tapi
lagi-lagi kenyataan berbalik, aku mendapat materi yang tidak ku baca dan
kuasai, ohh sungguh kejutan yang begitu mengensankan. Dengan tegas aku menjawab
aku tak menguasai materi itu, dan hatiku berasa terbebas dari beban yang sangat
berat, lega,,ya itu yang bisa terucap, walaupun akhirnya teman sekelompokku
harus berdiri mengikuti kelompok pertama yang juga sama dengan kelompokku tidak
bisa menjawab, tapi penyesalan tidak ada sedikitpun, pikiranku hari ini di
penuhi hal-hal positif, aku sangat senang ternyata banyak pelajaran yang bisa
ku dapat pada hari ini, pak candra sangat marah saat kelompok ketiga juga tidak
bisa menjawab seperti kelompok sebelumnya. Pak Candra memberiku suntikan akan
kata-katanya yang begitu menusuk hati, bahwa cara belajar seorang mahasiswa
tidak seperti yang selama ini kami lakukan, beliau dulu saat SMA saat akan
presentasi di depan kelas,beliau sudah mengusai materi yang hendak di
paparkan,yaa hal ini membuatku sadar bahwa presentasi yang selama ini kami
lakukan itu adalah hal yang kurang tepat,dengan maju ke depan, membacakan apa
yang ada di slide tanpa mengusai materi yang di paparkan, aauuooggwwwhhh ,,, itu memang kenyataan yang sering kami
praktikan di mata kuliah yang ada presentasinya, setidaknya pak candra
menyadarkanku, semoga teman-teman yang lain juga merasakan hal yang sama
denganku,mulai saat ini ku ikrarkan untuk mengubah pola pikir dalam
presentasiku dimanapun dan kapanpun. Jika pak candra bisa kenapa aku tak
bisa??? Yang penting aku mau berhusaha untuk belajar..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar