Mahasiswa Bangkit Sebagai Muslim
Negarawan
Oleh : Desty
Dwi Kayanti
Mengapa
kita harus menjadi muslim negarawan. Ini adalah pertanyaan pertama yang
terbersit dalam pikiran kita. Menjadi muslim negarawan adalah kewajiban kita
semua sebagai seorang muslim,mengapa tidak, sekarang sudah mendapat gelar sebagai seorang
mahasiswa,yang mana pemikirinnya tidak lagi memikirkan hal-hal kecil atau
memikirkan pribadi sendiri melainkan suatu pemikiran yang besar yang sedang ku
pikirkan sebagai seorang mahasiswa untuk negeriku tercinta Indonesia. Aku mulai
tersadar mengenai itu sejak aku mendapatkan gelar Mahasiswa, sejak itulah aku
tidak lagi memikirkan diriku sendiri atau hal-hal kecil yang dulu sering ku
pikirkan tapi sekarang yang ku pikirkan adalah apa yang bisa ku perbuat untuk
negeriku Indonesia. Dan aku pun memiliki keinginan untuk menjadi pelopor
peradaban islam di Indonesia sehingga aku bisa menyelamatkan Indonesiau ini, walau
kenyataannya indonesiaku ini tidak seperti dulu, masyarakatnya masih saling
hormat menghormati, sopan santun sangat di jaga dan gotong royong, kerjasama
sangat di tegakkan, tapi sekarang bumi indonesiaku ini telah berubah menjadi
bumi yang penuh dengan orang-orang yang mengalami penurunan akhlak dan akidah, korupsi
di mana-mana, kejahatan di mana-mana, para generasi muda telah di hancurkan
oleh budaya barat, seks bebas di mna-mana, kemiskinan, kriminalitas, ketidakadilan
terjadi di bumi indonesiaku. Tapi aku tidak menyesal telah di lahirkan di bumi
Indonesia karena aku bangga telah di lahirkan di bumi indonesia yang kaya akan
sumber daya alam dan manusianya. Walau banyak permasalahan yang terjadi
sekarang aku akan tetap mencintai negeriku ini, dan inilah saatnya aku ingin
membuktikan apa yang bisa ku perbuat untuk negeriku ini agar permasalahan yang
ada bisa di minimalisir dan bahkan aku ingin suatu saat negeriku ini akan
kembali jaya dan makmur, seluruh rakyat sejahtera dan tidak ada lagi
ketidakadilan di bumi Indonesia. Tapi itu mungkin mimpi besar yang sedang ingin
ku capai, entah kapan waktu itu datang hanya Allah swt yang tahu.Inilah jawaban
mengapa aku harus menjadi muslim negarawan, aku adalah muslim yang memiliki
mimpi besar untuk menyelamatkan dan menjadikan peradaban islam di indonesia
sehingga rakyat dan seluruh penghuni yang ada di bumi indonesia bisa
terselamatkan dari serangan-serangan kaum yahudi yang ingin menghancurkan kaum
muslim terutama pada generasi mudanya. Aku percaya dan yakin Allah akan
membantu niat baikku ini dan aku pun yakin jika seluruh pemuda muslim menyatu
dan bergerak bersama melakukan peradaban di indonesia maka hal ini akan
tercapai walau cobaan telah datang di depan mata.Aku terinspirasi terhadap
tokoh yang sangat yakin akan kekuatan para pemuda bangsa seperti salah satu
bunyi dari pidato presiden pertama negeri ini
“Berilah aku 10 orang pemuda, akan aku guncangkan dunia.”( Ir. Soekarno, Presiden RI 1)
Dan para tokoh-tokoh islam
Bukanlah pemuda seseorang yang
membanggakan Bapaknya. Tetapi, pemuda itu adalah mereka yang menunjukan inilah
aku.” (Imam Ali Bin Abu Thalib)
Pesan presiden negara amerika
”Janganlah kamu tanyakan apa yang
negara berikan buatmu, tapi tanyakanlah apa yang telah kamu berikan kepada
negara.”(Jhon F.
Kennedy, Presiden USA)
”Merendahlah,
Engkau kan seperti
bintang-gemintang
Berkilau dipandang orang
Di atas riak air dan sang bintang
nun jauh tinggi
Janganlah seperti asap
Yang mengangkat diri tinggi di
langit
Padahal dirinya rendah hina.”
(Ustadz Rahmad Abdullah)
Pemuda adalah harapan bangsa. Di tangan merekalah terletak baik dan
buruknya suatu bangsa. Ketika pemudanya baik, maka baiklah bangsa itu.
Sebaliknya, bila pemudanya buruk (berakhlak buruk, red), maka tinggal menunggu
datangnya kehancuran.
Bila dibuka lembaran sejarah, diketahuilah bahwa lahirnya suatu peradaban
di bumi manapun tidak terlepas dari peran pemudanya. Beberapa contohnya sebagai
berikut :
-Revolusi industri di Inggris digerakkan oleh pemuda. Pemudanya berpacu
dalam teknologi. Mereka diantaranya adalah Alexander Graham Bell, James Watt,
dan lain lain.
-Revolusi Perancis, atau lebih dikenal dengan revolusi pemerintahan.
Revolusi ini digerakkan oleh para pemuda yang berjiwa nasionalis. Merekalah
yang menggulingkan raja Louis XVII ; yang akhirnya dieksekusi mati.
-Di Jepang. Setelah negeri Sakura itu diluluh lantakkan oleh tentara sekutu
dengan bom atom, mulailah dunia memandang Jepang sebelah mata. Jepang telah
lumpuh. Dunia pessimis Jepang akan bangkit. Pessimisnya masyarakat dunia di
dukung oleh fakta ilmiah. Radiasi uranium, remanansi molekul atom masih
aktif hingga sekarang, walau dalam takaran kecil. Dengan semangat Bushido
Jepang bangkit kembali. Semangat yang dikobarkan Kaisar Tenno Haika itu, tidak
terlepas dari dukungan pemudanya
-Di Indonesia. Perjuangan untuk merebut kemerdekaan hingga pembacaan teks
proklamasi juga atas dukungan pemuda. Begitupula halnya dengan peralihan
kekuasaan dari orde lama (orde campuran) ke orde baru (orde diktator) hingga ke
orde reformasi (orde kurang terkontrol) juga digerakkan oleh pemuda, khususnya
Mahasiswa.
Presiden RI 1, Ir. Soekarno mengatakan,”Berilah aku 10 orang
pemuda, akan aku guncangkan dunia.” Merujuk pada pernyataan tersebut, Ir
Soekarno mengakui bahwa eksistensi pemuda dalam suatu negeri menentukan masa
depan negeri tersebut. Pemuda sebagai aset bangsa yang paling berharga harus
mendapatkan perhatian yang serius dari berbagai kalangan. Para generasi tua
berkewajiban memberikan pendidikan yang layak, mengajarkan moral dan akhlak,
dan keteladanan. Jelaslah, bahwa pemuda adalah tonggak perubahan suatu bangsa.
Dengan bangga kita mengatakan,”Pemuda adalah harapan bangsa.
Merujuk pada pernyataan,”Pemuda
adalah harapan bangsa.” Kuantitas yang besar tidak berarti mengalahkan
kualitas. Artinya, jumlah pemuda yang besar pada suatu negeri tidaklah bernilai
apa-apa, ketika tidak ada atau sedikit sekali yang berkarya, mandiri, dan
profesionalisme, serta berakhlak tinggi.
Pemuda yang diharapkan itu harus
memenuhi dua syarat utama sebagai berikut: Pertama, kehadirannya tidak
menambah masalah. Kedua, kehadirannya memberikan solusi atas masalah
yang ada.
”Bukanlah pemuda seseorang yang membanggakan Bapaknya. Tetapi, pemuda itu
adalah mereka yang menunjukan inilah aku.” (Imam Ali
Bin Abu Thalib)
Renungkan potongan kalimat Inilah aku! Tidaklah bijak jikalau kita
memahaminya sebagai sikap keangkuhan. Tapi, telaahlah lebih dalam! Potongan
kalimat tersebut memiliki makna komitmen kuat yang diiringi tindakan untuk
berprestasi.
Imam Syafi’i mengatakan: ”Hidupnya pemuda itu adalah karena
dua hal. Pertama, ilmu. Kedua, takwa. Jikalau kedua hal itu tidak dimilikinya.
Maka pemuda itu sesungguhnya adalah mati.”
Dari pernyataan diatas, menurut Imam Syafi’i ada dua hal mutlak yang harus
dimiliki oleh para pemuda, yaitu ilmu dan takwa. Bagaimana halnya, jika hanya
salah satu yang dimiliki? Realita menjawab, lahirnya pemuda yang setengah
manusia.. Pemuda seperti ini belum memenuhi kriteria pemuda harapan bangsa.
Pemuda yang berilmu tapi tidak berakhlak akan melahirkan Para Fir’aun baru. Hal
ini permasalahan besar. Takwa tanpa ilmu adalah omong kosong. Ketakwaan lahir
dari pemahaman yang dalam dan jelas.
Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim, baik laki-laki maupun wanita.
Dan, tidak ada batasan umur dalam menuntut ilmu. Rasulullah menegaskan, ”Tuntutlah
ilmu dari ayunan hingga liang lahat.” (HR Muslim)
Disamping berilmu, pemuda juga harus bertakwa kepada Allah SWT. Kalaulah
ilmu telah menerangi kegelapan di alam semesta; agar mampu menerangi setiap
celah dan lorong di bumi; dan dirasakan terangnya oleh setiap makhluk; maka
harus dilengkapi dengan takwa.
Al Imam Al Ghozali rahimakumullah mengatakan,”Bantinglah
otak mencari ilmu sebanyak-banyaknya guna mencari rahasia besar yang terkandung
di dalam benda besar yang bernama dunia ini, tetapi pasanglah pelita dalam hati
sanubari, yaitu pelita kehidupan jiwa.”
Aku telah
terpanggil dengan permasalahan yang ada dibumi indonesiaku ini dan akupun siap
menjadi pelopor peradaban islam diIndonesia. Pesan-pesan para tokoh islam telah
membuka pikiranku tentang suatu perjuangan dan tanggung jawabku sebagai seorang
pemuda muslim dan untuk itu aku ikrarkan AKU SIAP MENJADI MUSLIM NEGARAWAN DAN
PELOPOR PERADABAN ISLAM DI BUMI INDONESIA. Mari para pemuda muslim kita bersatu
untuk bergerak menuju perubahan dan melakukan perdaban islam di bumi Indoneisa
tercinta. Allahuakbar..... Allahuakbar....Allahuakbar....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar