Rabu, 12 Maret 2014

Mahasiswa Bangkit Sebagai Muslim Negarawan Oleh : Desty Dwi Kayanti(DDK)



Mahasiswa Bangkit Sebagai Muslim Negarawan
Oleh : Desty Dwi Kayanti
Mengapa kita harus menjadi muslim negarawan. Ini adalah pertanyaan pertama yang terbersit dalam pikiran kita. Menjadi muslim negarawan adalah kewajiban kita semua sebagai seorang muslim,mengapa tidak, sekarang  sudah mendapat gelar sebagai seorang mahasiswa,yang mana pemikirinnya tidak lagi memikirkan hal-hal kecil atau memikirkan pribadi sendiri melainkan suatu pemikiran yang besar yang sedang ku pikirkan sebagai seorang mahasiswa untuk negeriku tercinta Indonesia. Aku mulai tersadar mengenai itu sejak aku mendapatkan gelar Mahasiswa, sejak itulah aku tidak lagi memikirkan diriku sendiri atau hal-hal kecil yang dulu sering ku pikirkan tapi sekarang yang ku pikirkan adalah apa yang bisa ku perbuat untuk negeriku Indonesia. Dan aku pun memiliki keinginan untuk menjadi pelopor peradaban islam di Indonesia sehingga aku bisa menyelamatkan Indonesiau ini, walau kenyataannya indonesiaku ini tidak seperti dulu, masyarakatnya masih saling hormat menghormati, sopan santun sangat di jaga dan gotong royong, kerjasama sangat di tegakkan, tapi sekarang bumi indonesiaku ini telah berubah menjadi bumi yang penuh dengan orang-orang yang mengalami penurunan akhlak dan akidah, korupsi di mana-mana, kejahatan di mana-mana, para generasi muda telah di hancurkan oleh budaya barat, seks bebas di mna-mana, kemiskinan, kriminalitas, ketidakadilan terjadi di bumi indonesiaku. Tapi aku tidak menyesal telah di lahirkan di bumi Indonesia karena aku bangga telah di lahirkan di bumi indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan manusianya. Walau banyak permasalahan yang terjadi sekarang aku akan tetap mencintai negeriku ini, dan inilah saatnya aku ingin membuktikan apa yang bisa ku perbuat untuk negeriku ini agar permasalahan yang ada bisa di minimalisir dan bahkan aku ingin suatu saat negeriku ini akan kembali jaya dan makmur, seluruh rakyat sejahtera dan tidak ada lagi ketidakadilan di bumi Indonesia. Tapi itu mungkin mimpi besar yang sedang ingin ku capai, entah kapan waktu itu datang hanya Allah swt yang tahu.Inilah jawaban mengapa aku harus menjadi muslim negarawan, aku adalah muslim yang memiliki mimpi besar untuk menyelamatkan dan menjadikan peradaban islam di indonesia sehingga rakyat dan seluruh penghuni yang ada di bumi indonesia bisa terselamatkan dari serangan-serangan kaum yahudi yang ingin menghancurkan kaum muslim terutama pada generasi mudanya. Aku percaya dan yakin Allah akan membantu niat baikku ini dan aku pun yakin jika seluruh pemuda muslim menyatu dan bergerak bersama melakukan peradaban di indonesia maka hal ini akan tercapai walau cobaan telah datang di depan mata.Aku terinspirasi terhadap tokoh yang sangat yakin akan kekuatan para pemuda bangsa seperti salah satu bunyi dari pidato presiden pertama negeri ini
 Berilah aku 10 orang pemuda, akan aku guncangkan dunia.”( Ir. Soekarno, Presiden RI 1)
Dan para tokoh-tokoh islam
Bukanlah pemuda seseorang yang membanggakan Bapaknya. Tetapi, pemuda itu adalah mereka yang menunjukan inilah aku.” (Imam Ali Bin Abu Thalib)
Pesan presiden negara amerika
Janganlah kamu tanyakan apa yang negara berikan buatmu, tapi tanyakanlah apa yang telah kamu berikan kepada negara.”(Jhon F. Kennedy, Presiden USA)
Merendahlah,
Engkau kan seperti bintang-gemintang
Berkilau dipandang orang
Di atas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi
Janganlah seperti asap
Yang mengangkat diri tinggi di langit
Padahal dirinya rendah hina.”
(Ustadz Rahmad Abdullah)
Pemuda adalah harapan bangsa. Di tangan merekalah terletak baik dan buruknya suatu bangsa. Ketika pemudanya baik, maka baiklah bangsa itu. Sebaliknya, bila pemudanya buruk (berakhlak buruk, red), maka tinggal menunggu datangnya kehancuran.
Bila dibuka lembaran sejarah, diketahuilah bahwa lahirnya suatu peradaban di bumi manapun tidak terlepas dari peran pemudanya. Beberapa contohnya sebagai berikut :
-Revolusi industri di Inggris digerakkan oleh pemuda. Pemudanya berpacu dalam teknologi. Mereka diantaranya adalah Alexander Graham Bell, James Watt, dan lain lain.
-Revolusi Perancis, atau lebih dikenal dengan revolusi pemerintahan. Revolusi ini digerakkan oleh para pemuda yang berjiwa nasionalis. Merekalah yang menggulingkan raja Louis XVII ; yang akhirnya dieksekusi mati.
-Di Jepang. Setelah negeri Sakura itu diluluh lantakkan oleh tentara sekutu dengan bom atom, mulailah dunia memandang Jepang sebelah mata. Jepang telah lumpuh. Dunia pessimis Jepang akan bangkit. Pessimisnya masyarakat dunia di dukung oleh fakta ilmiah. Radiasi uranium, remanansi molekul atom masih aktif hingga sekarang, walau dalam takaran kecil. Dengan semangat Bushido Jepang bangkit kembali. Semangat yang dikobarkan Kaisar Tenno Haika itu, tidak terlepas dari dukungan pemudanya
-Di Indonesia. Perjuangan untuk merebut kemerdekaan hingga pembacaan teks proklamasi juga atas dukungan pemuda. Begitupula halnya dengan peralihan kekuasaan dari orde lama (orde campuran) ke orde baru (orde diktator) hingga ke orde reformasi (orde kurang terkontrol) juga digerakkan oleh pemuda, khususnya Mahasiswa.
Presiden RI 1, Ir. Soekarno mengatakan,”Berilah aku 10 orang pemuda, akan aku guncangkan dunia.” Merujuk pada pernyataan tersebut, Ir Soekarno mengakui bahwa eksistensi pemuda dalam suatu negeri menentukan masa depan negeri tersebut. Pemuda sebagai aset bangsa yang paling berharga harus mendapatkan perhatian yang serius dari berbagai kalangan. Para generasi tua berkewajiban memberikan pendidikan yang layak, mengajarkan moral dan akhlak, dan keteladanan. Jelaslah, bahwa pemuda adalah tonggak perubahan suatu bangsa. Dengan bangga kita mengatakan,”Pemuda adalah harapan bangsa.
Merujuk pada pernyataan,”Pemuda adalah harapan bangsa.” Kuantitas yang besar tidak berarti mengalahkan kualitas. Artinya, jumlah pemuda yang besar pada suatu negeri tidaklah bernilai apa-apa, ketika tidak ada atau sedikit sekali yang berkarya, mandiri, dan profesionalisme, serta berakhlak tinggi.
Pemuda yang diharapkan itu harus memenuhi dua syarat utama sebagai berikut: Pertama, kehadirannya tidak menambah masalah. Kedua, kehadirannya memberikan solusi atas masalah yang ada.
Bukanlah pemuda seseorang yang membanggakan Bapaknya. Tetapi, pemuda itu adalah mereka yang menunjukan inilah aku.” (Imam Ali Bin Abu Thalib)
Renungkan potongan kalimat Inilah aku! Tidaklah bijak jikalau kita memahaminya sebagai sikap keangkuhan. Tapi, telaahlah lebih dalam! Potongan kalimat tersebut memiliki makna komitmen kuat yang diiringi tindakan untuk berprestasi.
Imam Syafi’i mengatakan: ”Hidupnya pemuda itu adalah karena dua hal. Pertama, ilmu. Kedua, takwa. Jikalau kedua hal itu tidak dimilikinya. Maka pemuda itu sesungguhnya adalah mati.”
Dari pernyataan diatas, menurut Imam Syafi’i ada dua hal mutlak yang harus dimiliki oleh para pemuda, yaitu ilmu dan takwa. Bagaimana halnya, jika hanya salah satu yang dimiliki? Realita menjawab, lahirnya pemuda yang setengah manusia.. Pemuda seperti ini belum memenuhi kriteria pemuda harapan bangsa. Pemuda yang berilmu tapi tidak berakhlak akan melahirkan Para Fir’aun baru. Hal ini permasalahan besar. Takwa tanpa ilmu adalah omong kosong. Ketakwaan lahir dari pemahaman yang dalam dan jelas.
Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim, baik laki-laki maupun wanita. Dan, tidak ada batasan umur dalam menuntut ilmu. Rasulullah menegaskan, ”Tuntutlah ilmu dari ayunan hingga liang lahat.” (HR Muslim)
Disamping berilmu, pemuda juga harus bertakwa kepada Allah SWT. Kalaulah ilmu telah menerangi kegelapan di alam semesta; agar mampu menerangi setiap celah dan lorong di bumi; dan dirasakan terangnya oleh setiap makhluk; maka harus dilengkapi dengan takwa.
Al Imam Al Ghozali rahimakumullah mengatakan,”Bantinglah otak mencari ilmu sebanyak-banyaknya guna mencari rahasia besar yang terkandung di dalam benda besar yang bernama dunia ini, tetapi pasanglah pelita dalam hati sanubari, yaitu pelita kehidupan jiwa.”
            Aku telah terpanggil dengan permasalahan yang ada dibumi indonesiaku ini dan akupun siap menjadi pelopor peradaban islam diIndonesia. Pesan-pesan para tokoh islam telah membuka pikiranku tentang suatu perjuangan dan tanggung jawabku sebagai seorang pemuda muslim dan untuk itu aku ikrarkan AKU SIAP MENJADI MUSLIM NEGARAWAN DAN PELOPOR PERADABAN ISLAM DI BUMI INDONESIA. Mari para pemuda muslim kita bersatu untuk bergerak menuju perubahan dan melakukan perdaban islam di bumi Indoneisa tercinta. Allahuakbar..... Allahuakbar....Allahuakbar....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar