Rabu, 02 April 2014

Allah Menyayangiku



Assalamualaikum wr.wb
            Pekenalkan namaku Desty Dwi Kayanti, aku biasa di panggil dengan Desty, aku berasal dari salah satu pulau di provinsi NTB yaitu Pulau Sumbawa, sejak kecil hingga aku SMP ku jalanin kehidupanku di pulau Sumbawa yang terkenal dengan Pulau yang panas. Disini aku akan menceritakan sepenggal cerita nyata kehidupanku yang awalnya aku belum menyadarai bahwa semua yang terjadi dalam hidupku ini karena kasih sayang ALLAH sang pencipta kepadaku.
            Aku hidup dari keluarga yang notabendnya keluarga yang tidak terlalu kuat agama, aku terlahir di keluarga yang biasa-biasa saja, semua keluargaku sebagian besar tidak menggunakan jilbab, tidak hanya keluargaku, bisa di katakan juga mayoritas di pulau sumbwa  memang beragama islam tapi untuk mengenakan jilbab masih banyak yang belum melaksanakan kewajiban memakai jilbab, dulu sampai sekarang di pulau sumbawa masih tertanam kuat bahwa tidak mengenakan jilbab itu biasa saja, dan bisa di lihat sampai saat ini bahwa orang-orang yang menggunakan jilbab adalah orang-orang minoritas.
             Disana, juga anak-anak muda, ibu-ibu masih berfikir bahwa yang wajib menggunakan jilbab adalah orang-orang  yang sudah tua. Yaa begitulah kondisi di pulauku. Inilah yang membuat aku sendiripun  sampai SMP tidak menggunakan jilbab, dan juga dari keluargaku tidak menekannkan untuk menggunakan jilbab. Tapi dulu saat aku di bangku Sekolah Dasar aku sempat menggunakan jilbab, tapi tidak bertahan sampai seterusnya. Godaan tetap datang menghampiri, ada yang bilang aku tidak cocok pakai jilbab, aku gak ngetren, aku ketinggalan jaman, aku sok alim lah, itulah yang di katakan teman-teman di sekolahku, sehingga akupun tidak melanjutkan menggunakan jilbab.
            Berbeda saat aku SMP, aku sama sekali tidak kepikiran untuk menggunakan jilbab, di SMP ku juga teman-temanku yang menggunakan jilbab bisa di hitung sekitar 5 orang saja. Inilah yang membuat kesadaran untuk menggunakan jilbab tidak timbul di lingkungan sekolahku. Tapi masa SMP aku sudah sadar bahwa aku tidak boleh menggunakan celana pendek, baju yukensi, dan alhamdulillahnya dulu aku memang  tidak suka memakai celana pendek dan baju pendek. Aku lebih senang memakai celana jins yang panjang dan baju panjang. Seharusnya tinggal di pakaikan jilbab saja sudah bisa menutup auratku. Tapi itulah dulu,  aku belum tahu  pentingnya menutup aurat dan ini berlangsung hingga aku lulus SMP, aku masih belum menggunakan jilbab.
            Sedikit perubahan dalam kehidupanku saat aku melanjutkan ke tingkat SMA, saat itu aku putuskan untuk melanjutkan SMA di ibukota provinsiku yaitu di Mataram, SMA-SMA di sana terkenal bagus dan berstandar internasional, ku bulatkan tekad untuk mengikuti tes masuk di SMAN 5 Mataram yang terkenal sulit banget bisa lolos tes di SMA itu.
            Tapi dengan kebulatan tekad dan restu orang tua aku terus berjuang dan belajar sebelum tes. Dan akhirnya aku pun lulus masuk di SMAN 5 Mataram, betapa bersyukurnya aku saat itu.Ini sudah menjadi takdirku untuk masuk di SMAN 5 Mataram, dan kehidupan baru pun datang menghampiriku.
            Tak ku sangka sebelumnya, aku mengira SMA di ibukota murid-muridnya menggunakan rok pendek dan baju pendek, tapi tidak untuk SMA 5 Mataram, di SMA baru ku ini mewajibkan seluruh siswi muslim menggunakan jilbab, betapa bersyukurnya aku sekarang karena Allah telah mengizinkanku bersekolah di sekolah yang banyak sekali hidayah yang ku dapat.
            Mulai dari aku bertemu guru-guru yang luar biasa yang mengajarkanku begitu dalam tentang islam dan teman-teman yang luar biasa yang mengajariku makna kehidupan yang sebenarnya.Di SMA inilah aku mulai menggunakan jilbab dan ilmu agamaku berkembang lebih dalam.
            Disini juga aku mulai mengenal organisasi islam yaitu Remaja Muslim SMA 5. Disini sangat banyak ilmu yng ku dapat tentang islam dan dari sinilah aku mulai mengenal mentoring bersama pementor-pementor dari universitas Mataram.Ternyata kesukaanku tentang islam membuatku benar-benar merasa kedamaian tentang agamaku ini yng dulu tak terpikir sedikitpun untukku untuk mendalami islam lebih dalam.
            Ini adalah karunia yang sangat besar bagiku, Allah mentakdirkanku untuk masuk di SMA 5 dan bertemu orang-orang yang luar biasa yang membantuku terus berada di jalan yang benar. Tapi masa-masa SMA masih saja ada godaan, walaupun aku dan teman- temanku memakai jilbab di sekolah, tapi di luar sekolah hanya beberapa yang masih memakainya karena memang aslinya mereka sudah menggenakan jilbab dari kecil, sedangkan aku dan teman-temanku yang lain yang baru memakai jilbab masih saja sering membuka jilbab di luar sekolah.
            Tapi untunglah kebiasaan lamaku masih ku pegang erat, walaupun di luar aku tidak memakai jilbab, tapi aku tetap memakai celana jins panjang dan baju panjang, padahal memakai jins itu sama juga seperti tidak memakai celana, yaa itu setelah aku kuliah aku mulai menyadarinya, waktu   SMA itu semua menjadi biasa saja, karena sama juga di ibukota pemikiran-pemikiran tentang memakai jilbab belumlah penting di mata masyarakat di provinsiku.
            Keadaan ini tetap berjalan seperti ini sampai aku lulus dari SMA.Yang aku sesali lulus dari SMA aku malah tidak mendapat hidayah untuk memakai jilbab padahal aku sudah belajar agama dan aku tahu bahwa islam menyeru agar perempuan-perempuan muslim memakai jilbab,tapi itulah godaan lingkungan.
            Dan dulu juga aku sendiri sempat berpikir bahwa aku pakai jilbab jelek,tidak fashion,ketinggalan jaman dan juga teman-temanku hanya 3 orang yang memakai jilbab di luar sekolah.walaupun kadang-kadang saat aku bersama mereka mereka selalu memberi nasihat kepadaku untuk memakai jilbab,dan akupun mengikuti mereka,tapi saat aku bermain dengan teman-temanku yang tidak  memakai jilbab,aku ikutan tidak memakai jilbab.
            Dan ini juga di dukung dengan aku yang aslinya tidak memiliki jilbab dan tidak ada jilbab yang bisa ku pakai karena aslinya aku tak punya jilbab dari dulu.yaa beginilah kondisiku sampai lulus SMA.
Ternyata kehidupanku tentang menutup aurat ini tidak berhenti sampai disini, cerita kehidupan selanjutnya yang lebih baru segera di mulai sejak aku mendapat pengumuman bahwa aku lulus di salah satu perguruan tinggi negeri di bawah kementrian perindustrian yang berada di bogor.
            Inilah cerita baru yang benar-benar menunjukkan kekuasaan ALLAH dan janji-janjiNya yang begitu nyata terjadi dalam hidupku. Dulu aku tak sempat berpikir bahwa keingginanku untuk naik pesawat akan tercapai saat aku melanjutkan ke bangku kuliah. Tapi Allah maha mengabulkan doa hambanya, dan ini menjadi kenyataan dalam hidupku, dan untuk pertama kalinya aku berangkat ke jawa naik pesawat seorang diri untuk melanjutkan pendidikan diperguruan tinggi.
Saat aku ke jawa aku tetap dalam kondisi tidak memakai jilbab, dan aku juga masih dalam pemikiran dangkalku bahwa kota-kota besar juga pasti banyak yang tidak memakai jilbab. Dan yang terpikirkan dalam pikiranku sebelum sampai di Kota bogor dimana aku akan mengenyam pendidikan tinggi adalah bahwa mahasiswa-mahasiswa di sana pergaulannya bebas, banyak yang pacaran, banyak yang hamil di luar nikah, ada yang narkoba, perkelahian, ada yang pakai rok dan celana pendek, beginilah pemikiranku sebelum melihat kenyataan yang sebenarnya di bogor.
Inilah cerita permulaan hidayah dari Allah itu datang kepadaku.
Mataram,18 juli 2013 :
            Hari ini adalah hari penentuan dalam hidupku, tak pernah terbayangkan dalam benakku bahwa hari ini aku akan berangkat menuju sebuah kota yang semua orang menyebutnya sebagai kota hujan yaitu kota bogor.
            Tak ada persiapan yang ku lakukan semua keputusan begitu tiba-tiba,setelah kabar aku lulus di salah satu perguruan tinggi di bogor yaitu Akademi Kimia Analisis Bogor atau biasa di singkat dengan AKA, orang tuaku langsung setuju dan mendukung aku masuk di AKA, terutama ibuku, beliau sangat mendukung aku masuk AKA.
            Walau saat itu rasa hatiku belum rela untuk melanjutkan kuliah di AKA, tapi takdir telah tertulis, ibuku menyuruhku berangkat ke bogor untuk daftar ulang, hari ini adalah hari yang menentukan, karena besok adalah hari terakhir daftar ulang, tanpa pikir-pikir lagi aku langsung memesan tiket pesawat dan akhirnya akupun berangkat ke bogor, aku sedikit takut karena hari ini aku berangkat ke bogor sendirian dan untuk pertama kalinya aku naik pesawat.
            Aku tidak di antar oleh kedua orang tuaku ke bandara karena orang tuaku tinggal jauh di pulau Sumbawa, sedangkan aku tinggal di Mataram di ibukota provinsiku. Betapa sedihnya aku saat pertama kali naik pesawat sendiri dan masuk bandara sendiri tanpa di temani keluarga maupun teman.
            Rasa hati begitu takut karena aku tak tahu apa yang harus aku lakukan di bandara karena aku baru pertama kali ke bandara. Tapi ku kuatkan diri, ku lihat sekeliling, ku ikuti apa orang-orang yang ada di sekililingku, ku kuatkan nyali untuk bertanya kemana arah yang harus ku tuju untuk sampai ke ruang tunggu pesawat, akhirnya aku sampai di ruang tunggu dan betapa kagetnya aku ketika melihat banyaknya orang di sekelilingku yang sedang menunggu datangnya pesawat, ku lihat di sisi lain ada lapangan luas terhempar, yaaa itulah tanah lapang tempat pesawat-pesawat mendarat.
            Aku tak tahu apa yang sedang ku rasakan saat ini, rasa syukur yang selalu ku ucapkan di dalam hati tak bisa berhenti dari ucapanku, betapa tak menyangkanya diriku bisa melihat tempat mendaratnya pesawat, bisa berada dalam ruang tunggu di bandara, ku tanyakan dalam hati, apakah ini mimpi? Ternyata ini tidak mimpi, ini adalah kenyataan, betapa bersyukurnya aku, Allah telah mengabulkan mimpi kecilku ini yang 7 tahun lalu masih menjadi angan-angan untuk bisa naik pesawat, tapi saat ini aku benar-benar berada di bandara dan tinggal menghitung menit aku akan naik pesawat dan terbang ke bogor.
            Alhamdulillah..alhamdulillah..alhamdulillah.. inilah yang selalu ku ucapkan dalam hati, betapaa senangnya aku hari ini, tapi tidak hanya perasaan senang yang sedang menghantui hatiku, perasaan sedih tiba-tiba datang, teringat akan kedua orang tua yang jauh disana yang tak bisa bertemu denganku untuk pertama kalinya, terbayang akan masa depan yang nantinya aku tak bisa lagi melihat kedua orang tuaku untuk waktu yang lama.
            Tak tertahankan air mataku jatuh,tak bisa ku tahan kesedihan dalam hatiku, terbesit di dalam hati melihat orang di sekelilingku bersama keluargnya, sedangkan aku hanya sendiri. Teringat akan kenangan bersama kedua orang tua, teman-teman membuatku semakin tak kuat menahan diri untuk menangis, waktu terus berlalu ku kuatkan hatiku untuk tidak menangis dengan tetap mengingat bahwa aku tak sendiri, ada Allah di sampingku, hal ini yang bisa menenangkan hatiku, tak terasa pesawat yang akan ku gunakan untuk terbang ke bogor akhirnya tiba di tempat pendaratan,terdengar dari sumber suara bahwa penumpang dengan keberangkatan ke jakarta harus bersiap-bersiap.
            Ku ayunkan kakiku untuk melangkah menuju pesawat. Sungguh persaanku saat ini bercampur aduk. Ku masuki ruang pesawat, dan mencari tempat duduk yang sudah ku pesan sebelumnya.Ternyata aku duduk di bangku dekat jendela, aku bersyukur karena bisa duduk dekat jendela yang membuatku dapat melihat suasana di luar pesawat. Detik-detik menegangkan menghantuiku, saat pesawat aka terbang, untuk pertama kalinya aku naik pesawat.
            Ini adalah kesan yang sangat menegangkan,aku merasa takut, ku rasakan jantungku yang berdebar begitu cepat karena takut, tapi itu hanya teras beberapa menit, setelah pesawat sudah berada di atas awan semuanya menjadi biasa, tapi tidak untuk kesedihanku,ku lihat ke jendela,tak terlihat lagi pemandangan hijau, semua hanya terlihat putih,yang bisa ku lakukan hanya berzikir untuk keselamatanku.
            Tak terasa waktu begitu cepat, akupun tiba di jakarta. Di bandara om ku yang tinggal di jakarta  sudah menunggu untuk mengantarku ke bogor, aku bertemu dengan om ku dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju bogor. Selama perjalanan, ku lihat keluar jendela betapa semuanya seperti mimpi yang dulu hanya aku bisa melihatnya di TV, sekarang begitu nyata gedung-gedung tinggi di hadapanku, aku tak ingin tidur di atas bus, tak sedikitpun ngantuk menghantuiku, karena betapa berkesannya perjalanan hidupku saat ini yang bisa melihat jakarta tanpa terpikirkan sama sekali sebelumnya.
            Setelah lama di perjalanan tibalah aku di kota hujan, ku turun dari bus sambil mengucapkan alhamdulillah di dalam hati betap semuanya masih seperti mimpi, keramaian di sekitar tempat pemberhentian bus menandakan ramainya kota bogor, banyak sekali terlihat angkot-angkot berwarna hijau dengan nomor-nomor yang berbeda.
            Dan om ku bertanya ke pak satpam angkot mana yang bisa kami gunakan untuk tiba ke alamat kampus AKA Bogor di jalan Pangeran Sogiri, Tanah Baru, kami pun di suruh untuk naik angkot 06 dan berhenti di binamarga, dari sana nantinya kami di suruh naik angkot 17.
            Akupun melanjutkan perjalanan menggunakan angkot  bersama omku. Tak di sangka perjalan menuju kampus AKA ini membuahkan hasil, di angkot 17 aku bertemu seorang laki-laki yang menggunakan jaket yang ada bertuliskan Akademi kimia Analisis Bogor, dan ia mendengar pembicaraan aku dengan omku tentang AKA, dan ia pun menanyakan  kepada kami apakah hendak ke AKA, dan pembicaraan pun berlanjut karena ia adalah mahasiswa TPL AKA, dan yang membuat ku terkejut bahwa dia juga berasal dari provinsi yang sama denganku yaitu NTB.
            Betapa senangnya aku saat itu karena berasal dari provinsi yang sama. Namanya kak zul, karena dialah aku dan omku cepat mendapatkan kosan. Tak lama berbicara di angkot sampailah kami di depan kampus AKA Bogor, saat itu azdan magrib berkumandang dan kami pun masuk ke dalam masjid kampus, tak di sangka kesan awal di kampus AKA ku mulai dengan sholat berjamaah di masjid kampus.
            Masjid yang mana sampai detik ini menjadi masjid tercintaku dimana aku sering berada di dalamnya untuk mengadu kepada Allah tentang masalahku. Saat itu kampus dalam kondisi sepi  karena aku datang pada saat liburan semester kakak tingkat. Tapi ada beberapa mahasiswi yang saat itu ku lihat mengenakan gamis dan jilbab panjang,aku tak memperhatikan begitu dalam, ku kira itu hanya seorang mahasiswi yang memang asalnya memakai jilbab. Saat ku lewat di depannya dia tersenyum dan ku balas senyumnya,mungkin ini hal biasa yang dia lakukan pikirku.
            Setelah sholat kami pun pergi mencarai kosan dan akupun malam itu dapat kosan kosong berkat kak zul, malam itu aku tidur di kosan baru dan omku tidur di kosan k zul,omku hanya menemaniku 1 hari samapi aku selesai daftar ulang, setelah itu dia balik lagi ke jakarta, betapa sedihnya aku sendiri di kosan dan belum mengenal lingkungan sekitar. Padahal jadwal aku masuk masih sebulan lagi.
            Ku beranikan diri untuk menjalani kehidupan sendiri di pulau orang. Setiap harinya aku hanya diam di kosan dan sekali-sekali keluar untuk membeli barang-barang dan makanan. Beginilah seterusnya sampai waktu masuk kuliah tiba.
            Awalnya aku tak memakai jilbab tapi melihat kakak tingkat yang 1 kosan denganku memakia jilbab, maka ku putuskan untuk pergi membeli baju dan rok panjang serta jilbab untuk persiapan masuk kuliah dan akhirnya aku pun memakai jilbab. Kali ini kisah kehidupanku tidak seperti waktu SMA dulu yang hanya pakai jilbab saat aku di sekolah saja, saat ini di kampus maupun di luar kampus aku memakai jilbab, awalnya aku kuliah matrikulasi dan jilbab yang ku pakai masih jilbab paris biasa yang ku bentuk seperti hijabers saat ini, dan itu berlangsung sampai matrikulasi selesai.
            Yang awalnya tak terpikirkan di tengah masa perkuliahan matrikulasi aku mengikuti mentoring bersama kakak tingkat dan yang membuatku kaget kakak tingkat yang ku temui semuanya menggunakan jilbab yang besar yang menutupi dada. 
            Disinilah aku mulai menyadari betapa pentingnya menggunakan jilbab. Sejak saat ini aku bertekad memakai jilbab, sampai tiba saatnya hidayah kedua datang kepadaku.
            Masa perkuliahan matrikulasi sudah berakhir dan tibalah masa-masa perkuliahan bersama kakak-kakak tingkat,tak ku sangka prasangkaku tentang mahasiswa di kampus yang bebas,banyak yang tidak pakai jilbab,banyak yang pacaran,semuanya luntur dengan kenyataan yang ku lihat di kampusku saat ini.
            Ku merasa aku sedang berada di lingkungan pondok pesantren karena mayoritas muslim sangat banyak dan jilbab yang mereka pakaipun panjang-panjang,antara laki-laki dan perempuan pun hampir tak terlihat ada yang pegangan tangan ataupun berpelukan seperti pransangkaku dulu.
            Setelah menjalani masa perkuliahan dan mengikuti organiasi seperti BEM dan LDK di kampus, aku mulai mendapat hidayah bahwa menutup aurat itu sangat penting dan menjadi kewajiban umat muslim,saat itulah aku mulai berubah, aku mulai memakai jilbab panjang dobel yang menutupi dada, memakai kaos kaki kemana-mana, dan ini tetap ku lakukan sampai detik ini.
            Tak tahu kenapa semenjak aku berubah seperti ini kenyamanan, kedamaian ku rasakan, aku menjadi lebih tahu bahwa sedikit saja aurat kita terbuka akan menimbulkan dosa, dan semenjak saat itu aku tidak senang memakai celana, dan sampai saat ini aku tidak pernah lagi keluar memakai celana karena aku sudah terbiasa memakai rok, dan aku sangat bersyukur Allah mentakdirkan aku kuliah di kampus yang begitu kuat agamanya dan sampai detik ini rasa bersykur terus ku panjatkan karena allah telah mempertemukanku dengan kakak tingkat yang begitu luar biasa yang membuatku tersadar akan islam dan diriku sebagai muslimah.
            Ternyata memang benar bahwa apa yang di bolehkan dan tidak di bolehkan oleh agama islam itu bermanfaat bagi kita semua, contohnya saja saat kita memakai jilbab panjang, baju panjang, rok panjang yang longgar, maka seluruh bentuk tubuh kita takkan terlihat oleh laki-laki dan ini membuat kita terbungkus dari hal-hal yang tak di inginkan.
            Aku punya tips bagi teman-teman muslimah yang lain bahwa di dalam al Qur’an sudah jelas menjelaskan bahwa seorang muslimah berkewajiban memakai jilbab yang syar’i, bagaimana jilbab yang syar’i itu?
Apakah jilbab yang ketat yang tidak menutupi dada itu termasuk jilbab syar’i?
Tentu saja tidak kawan,  jilbab yang syar’i itu adalah jilbab yang kita kenakan menutupi dada.
            Dan juga jilbab yang tidak tembus pandang. Ingatlah bahwa jika kita menggunakan jilbab yang tidak menutupi dada maka akan terlihat bentuk tubuh kita, apakah kita mau di jadikan bahan pembicaraan oleh laki-laki?
Tentu saja tidak,untuk itu ayok kita biasakan memakai jilbab yang syar’i dan mengajak banyak muslimah-muslimah diluar sana yang masih belum tahu bagaimana memakai jilbab yang baik agar kita kelak bersama-sama masuk ke syurga Nya Allah. Amin ya rabbalalamin... J
Wasslamualaikum,,wr.wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar