Assalamualaikum wr.wb
Pekenalkan namaku Desty Dwi Kayanti, aku
biasa di panggil dengan Desty, aku berasal dari salah satu pulau di provinsi
NTB yaitu Pulau Sumbawa, sejak kecil hingga aku SMP ku jalanin kehidupanku di
pulau Sumbawa yang terkenal dengan Pulau yang panas. Disini aku akan
menceritakan sepenggal cerita nyata kehidupanku yang awalnya aku belum
menyadarai bahwa semua yang terjadi dalam hidupku ini karena kasih sayang ALLAH
sang pencipta kepadaku.
Aku hidup dari keluarga yang
notabendnya keluarga yang tidak terlalu kuat agama, aku terlahir di keluarga
yang biasa-biasa saja, semua keluargaku sebagian besar tidak menggunakan
jilbab, tidak hanya keluargaku, bisa di katakan juga mayoritas di pulau
sumbwa memang beragama islam tapi untuk
mengenakan jilbab masih banyak yang belum melaksanakan kewajiban memakai
jilbab, dulu sampai sekarang di pulau sumbawa masih tertanam kuat bahwa tidak
mengenakan jilbab itu biasa saja, dan bisa di lihat sampai saat ini bahwa
orang-orang yang menggunakan jilbab adalah orang-orang minoritas.
Disana, juga anak-anak muda, ibu-ibu masih
berfikir bahwa yang wajib menggunakan jilbab adalah orang-orang yang sudah tua. Yaa begitulah kondisi di
pulauku. Inilah yang membuat aku sendiripun
sampai SMP tidak menggunakan jilbab, dan juga dari keluargaku tidak
menekannkan untuk menggunakan jilbab. Tapi dulu saat aku di bangku Sekolah Dasar
aku sempat menggunakan jilbab, tapi tidak bertahan sampai seterusnya. Godaan
tetap datang menghampiri, ada yang bilang aku tidak cocok pakai jilbab, aku gak
ngetren, aku ketinggalan jaman, aku sok alim lah, itulah yang di katakan
teman-teman di sekolahku, sehingga akupun tidak melanjutkan menggunakan jilbab.
Berbeda saat aku SMP, aku sama sekali
tidak kepikiran untuk menggunakan jilbab, di SMP ku juga teman-temanku yang
menggunakan jilbab bisa di hitung sekitar 5 orang saja. Inilah yang membuat kesadaran
untuk menggunakan jilbab tidak timbul di lingkungan sekolahku. Tapi masa SMP
aku sudah sadar bahwa aku tidak boleh menggunakan celana pendek, baju yukensi, dan
alhamdulillahnya dulu aku memang tidak
suka memakai celana pendek dan baju pendek. Aku lebih senang memakai celana
jins yang panjang dan baju panjang. Seharusnya tinggal di pakaikan jilbab saja
sudah bisa menutup auratku. Tapi itulah dulu, aku belum tahu pentingnya menutup aurat dan ini berlangsung
hingga aku lulus SMP, aku masih belum menggunakan jilbab.
Sedikit perubahan dalam kehidupanku
saat aku melanjutkan ke tingkat SMA, saat itu aku putuskan untuk melanjutkan
SMA di ibukota provinsiku yaitu di Mataram, SMA-SMA di sana terkenal bagus dan
berstandar internasional, ku bulatkan tekad untuk mengikuti tes masuk di SMAN 5
Mataram yang terkenal sulit banget bisa lolos tes di SMA itu.
Tapi dengan kebulatan tekad dan restu
orang tua aku terus berjuang dan belajar sebelum tes. Dan akhirnya aku pun
lulus masuk di SMAN 5 Mataram, betapa bersyukurnya aku saat itu.Ini sudah
menjadi takdirku untuk masuk di SMAN 5 Mataram, dan kehidupan baru pun datang
menghampiriku.
Tak ku sangka sebelumnya, aku mengira
SMA di ibukota murid-muridnya menggunakan rok pendek dan baju pendek, tapi
tidak untuk SMA 5 Mataram, di SMA baru ku ini mewajibkan seluruh siswi muslim
menggunakan jilbab, betapa bersyukurnya aku sekarang karena Allah telah
mengizinkanku bersekolah di sekolah yang banyak sekali hidayah yang ku dapat.
Mulai dari aku bertemu guru-guru yang
luar biasa yang mengajarkanku begitu dalam tentang islam dan teman-teman yang
luar biasa yang mengajariku makna kehidupan yang sebenarnya.Di SMA inilah aku
mulai menggunakan jilbab dan ilmu agamaku berkembang lebih dalam.
Disini juga aku mulai mengenal
organisasi islam yaitu Remaja Muslim SMA 5. Disini sangat banyak ilmu yng ku
dapat tentang islam dan dari sinilah aku mulai mengenal mentoring bersama pementor-pementor
dari universitas Mataram.Ternyata kesukaanku tentang islam membuatku
benar-benar merasa kedamaian tentang agamaku ini yng dulu tak terpikir
sedikitpun untukku untuk mendalami islam lebih dalam.
Ini adalah karunia yang sangat besar
bagiku, Allah mentakdirkanku untuk masuk di SMA 5 dan bertemu orang-orang yang
luar biasa yang membantuku terus berada di jalan yang benar. Tapi masa-masa SMA
masih saja ada godaan, walaupun aku dan teman- temanku memakai jilbab di sekolah,
tapi di luar sekolah hanya beberapa yang masih memakainya karena memang aslinya
mereka sudah menggenakan jilbab dari kecil, sedangkan aku dan teman-temanku
yang lain yang baru memakai jilbab masih saja sering membuka jilbab di luar
sekolah.
Tapi untunglah kebiasaan lamaku masih
ku pegang erat, walaupun di luar aku tidak memakai jilbab, tapi aku tetap
memakai celana jins panjang dan baju panjang, padahal memakai jins itu sama
juga seperti tidak memakai celana, yaa itu setelah aku kuliah aku mulai menyadarinya,
waktu SMA itu semua menjadi biasa saja, karena sama
juga di ibukota pemikiran-pemikiran tentang memakai jilbab belumlah penting di
mata masyarakat di provinsiku.
Keadaan ini tetap berjalan seperti
ini sampai aku lulus dari SMA.Yang aku sesali lulus dari SMA aku malah tidak
mendapat hidayah untuk memakai jilbab padahal aku sudah belajar agama dan aku
tahu bahwa islam menyeru agar perempuan-perempuan muslim memakai jilbab,tapi
itulah godaan lingkungan.
Dan dulu juga aku sendiri sempat
berpikir bahwa aku pakai jilbab jelek,tidak fashion,ketinggalan jaman dan juga
teman-temanku hanya 3 orang yang memakai jilbab di luar sekolah.walaupun
kadang-kadang saat aku bersama mereka mereka selalu memberi nasihat kepadaku
untuk memakai jilbab,dan akupun mengikuti mereka,tapi saat aku bermain dengan
teman-temanku yang tidak memakai
jilbab,aku ikutan tidak memakai jilbab.
Dan ini juga di dukung dengan aku yang
aslinya tidak memiliki jilbab dan tidak ada jilbab yang bisa ku pakai karena
aslinya aku tak punya jilbab dari dulu.yaa beginilah kondisiku sampai lulus
SMA.
Ternyata kehidupanku tentang menutup
aurat ini tidak berhenti sampai disini, cerita kehidupan selanjutnya yang lebih
baru segera di mulai sejak aku mendapat pengumuman bahwa aku lulus di salah satu
perguruan tinggi negeri di bawah kementrian perindustrian yang berada di bogor.
Inilah cerita baru yang benar-benar
menunjukkan kekuasaan ALLAH dan janji-janjiNya yang begitu nyata terjadi dalam
hidupku. Dulu aku tak sempat berpikir bahwa keingginanku untuk naik pesawat
akan tercapai saat aku melanjutkan ke bangku kuliah. Tapi Allah maha
mengabulkan doa hambanya, dan ini menjadi kenyataan dalam hidupku, dan untuk
pertama kalinya aku berangkat ke jawa naik pesawat seorang diri untuk
melanjutkan pendidikan diperguruan tinggi.
Saat aku ke jawa aku
tetap dalam kondisi tidak memakai jilbab, dan aku juga masih dalam pemikiran
dangkalku bahwa kota-kota besar juga pasti banyak yang tidak memakai jilbab. Dan
yang terpikirkan dalam pikiranku sebelum sampai di Kota bogor dimana aku akan
mengenyam pendidikan tinggi adalah bahwa mahasiswa-mahasiswa di sana
pergaulannya bebas, banyak yang pacaran, banyak yang hamil di luar nikah, ada
yang narkoba, perkelahian, ada yang pakai rok dan celana pendek, beginilah
pemikiranku sebelum melihat kenyataan yang sebenarnya di bogor.
Inilah cerita permulaan
hidayah dari Allah itu datang kepadaku.
Mataram,18 juli 2013 :
Hari ini adalah hari penentuan dalam
hidupku, tak pernah terbayangkan dalam benakku bahwa hari ini aku akan berangkat
menuju sebuah kota yang semua orang menyebutnya sebagai kota hujan yaitu kota
bogor.
Tak ada persiapan yang ku lakukan
semua keputusan begitu tiba-tiba,setelah kabar aku lulus di salah satu
perguruan tinggi di bogor yaitu Akademi Kimia Analisis Bogor atau biasa di
singkat dengan AKA, orang tuaku langsung setuju dan mendukung aku masuk di AKA,
terutama ibuku, beliau sangat mendukung aku masuk AKA.
Walau saat itu rasa hatiku belum rela
untuk melanjutkan kuliah di AKA, tapi takdir telah tertulis, ibuku menyuruhku
berangkat ke bogor untuk daftar ulang, hari ini adalah hari yang menentukan, karena
besok adalah hari terakhir daftar ulang, tanpa pikir-pikir lagi aku langsung
memesan tiket pesawat dan akhirnya akupun berangkat ke bogor, aku sedikit takut
karena hari ini aku berangkat ke bogor sendirian dan untuk pertama kalinya aku
naik pesawat.
Aku tidak di antar oleh kedua orang
tuaku ke bandara karena orang tuaku tinggal jauh di pulau Sumbawa, sedangkan
aku tinggal di Mataram di ibukota provinsiku. Betapa sedihnya aku saat pertama
kali naik pesawat sendiri dan masuk bandara sendiri tanpa di temani keluarga
maupun teman.
Rasa hati begitu takut karena aku tak
tahu apa yang harus aku lakukan di bandara karena aku baru pertama kali ke
bandara. Tapi ku kuatkan diri, ku lihat sekeliling, ku ikuti apa orang-orang
yang ada di sekililingku, ku kuatkan nyali untuk bertanya kemana arah yang
harus ku tuju untuk sampai ke ruang tunggu pesawat, akhirnya aku sampai di
ruang tunggu dan betapa kagetnya aku ketika melihat banyaknya orang di
sekelilingku yang sedang menunggu datangnya pesawat, ku lihat di sisi lain ada
lapangan luas terhempar, yaaa itulah tanah lapang tempat pesawat-pesawat
mendarat.
Aku tak tahu apa yang sedang ku
rasakan saat ini, rasa syukur yang selalu ku ucapkan di dalam hati tak bisa
berhenti dari ucapanku, betapa tak menyangkanya diriku bisa melihat tempat
mendaratnya pesawat, bisa berada dalam ruang tunggu di bandara, ku tanyakan
dalam hati, apakah ini mimpi? Ternyata ini tidak mimpi, ini adalah kenyataan, betapa
bersyukurnya aku, Allah telah mengabulkan mimpi kecilku ini yang 7 tahun lalu
masih menjadi angan-angan untuk bisa naik pesawat, tapi saat ini aku
benar-benar berada di bandara dan tinggal menghitung menit aku akan naik pesawat
dan terbang ke bogor.
Alhamdulillah..alhamdulillah..alhamdulillah..
inilah yang selalu ku ucapkan dalam hati, betapaa senangnya aku hari ini, tapi
tidak hanya perasaan senang yang sedang menghantui hatiku, perasaan sedih
tiba-tiba datang, teringat akan kedua orang tua yang jauh disana yang tak bisa
bertemu denganku untuk pertama kalinya, terbayang akan masa depan yang nantinya
aku tak bisa lagi melihat kedua orang tuaku untuk waktu yang lama.
Tak tertahankan air mataku jatuh,tak
bisa ku tahan kesedihan dalam hatiku, terbesit di dalam hati melihat orang di
sekelilingku bersama keluargnya, sedangkan aku hanya sendiri. Teringat akan
kenangan bersama kedua orang tua, teman-teman membuatku semakin tak kuat
menahan diri untuk menangis, waktu terus berlalu ku kuatkan hatiku untuk tidak
menangis dengan tetap mengingat bahwa aku tak sendiri, ada Allah di sampingku, hal
ini yang bisa menenangkan hatiku, tak terasa pesawat yang akan ku gunakan untuk
terbang ke bogor akhirnya tiba di tempat pendaratan,terdengar dari sumber suara
bahwa penumpang dengan keberangkatan ke jakarta harus bersiap-bersiap.
Ku ayunkan kakiku untuk melangkah
menuju pesawat. Sungguh persaanku saat ini bercampur aduk. Ku masuki ruang
pesawat, dan mencari tempat duduk yang sudah ku pesan sebelumnya.Ternyata aku
duduk di bangku dekat jendela, aku bersyukur karena bisa duduk dekat jendela
yang membuatku dapat melihat suasana di luar pesawat. Detik-detik menegangkan
menghantuiku, saat pesawat aka terbang, untuk pertama kalinya aku naik pesawat.
Ini adalah kesan yang sangat
menegangkan,aku merasa takut, ku rasakan jantungku yang berdebar begitu cepat
karena takut, tapi itu hanya teras beberapa menit, setelah pesawat sudah berada
di atas awan semuanya menjadi biasa, tapi tidak untuk kesedihanku,ku lihat ke
jendela,tak terlihat lagi pemandangan hijau, semua hanya terlihat putih,yang
bisa ku lakukan hanya berzikir untuk keselamatanku.
Tak terasa waktu begitu cepat, akupun
tiba di jakarta. Di bandara om ku yang tinggal di jakarta sudah menunggu untuk mengantarku ke bogor, aku
bertemu dengan om ku dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju bogor. Selama
perjalanan, ku lihat keluar jendela betapa semuanya seperti mimpi yang dulu
hanya aku bisa melihatnya di TV, sekarang begitu nyata gedung-gedung tinggi di
hadapanku, aku tak ingin tidur di atas bus, tak sedikitpun ngantuk
menghantuiku, karena betapa berkesannya perjalanan hidupku saat ini yang bisa
melihat jakarta tanpa terpikirkan sama sekali sebelumnya.
Setelah lama di perjalanan tibalah
aku di kota hujan, ku turun dari bus sambil mengucapkan alhamdulillah di dalam
hati betap semuanya masih seperti mimpi, keramaian di sekitar tempat
pemberhentian bus menandakan ramainya kota bogor, banyak sekali terlihat
angkot-angkot berwarna hijau dengan nomor-nomor yang berbeda.
Dan om ku bertanya ke pak satpam
angkot mana yang bisa kami gunakan untuk tiba ke alamat kampus AKA Bogor di
jalan Pangeran Sogiri, Tanah Baru, kami pun di suruh untuk naik angkot 06 dan
berhenti di binamarga, dari sana nantinya kami di suruh naik angkot 17.
Akupun melanjutkan perjalanan
menggunakan angkot bersama omku. Tak di
sangka perjalan menuju kampus AKA ini membuahkan hasil, di angkot 17 aku
bertemu seorang laki-laki yang menggunakan jaket yang ada bertuliskan Akademi
kimia Analisis Bogor, dan ia mendengar pembicaraan aku dengan omku tentang AKA,
dan ia pun menanyakan kepada kami apakah
hendak ke AKA, dan pembicaraan pun berlanjut karena ia adalah mahasiswa TPL
AKA, dan yang membuat ku terkejut bahwa dia juga berasal dari provinsi yang
sama denganku yaitu NTB.
Betapa senangnya aku saat itu karena
berasal dari provinsi yang sama. Namanya kak zul, karena dialah aku dan omku
cepat mendapatkan kosan. Tak lama berbicara di angkot sampailah kami di depan
kampus AKA Bogor, saat itu azdan magrib berkumandang dan kami pun masuk ke
dalam masjid kampus, tak di sangka kesan awal di kampus AKA ku mulai dengan
sholat berjamaah di masjid kampus.
Masjid yang mana sampai detik ini
menjadi masjid tercintaku dimana aku sering berada di dalamnya untuk mengadu
kepada Allah tentang masalahku. Saat itu kampus dalam kondisi sepi karena aku datang pada saat liburan semester
kakak tingkat. Tapi ada beberapa mahasiswi yang saat itu ku lihat mengenakan
gamis dan jilbab panjang,aku tak memperhatikan begitu dalam, ku kira itu hanya seorang
mahasiswi yang memang asalnya memakai jilbab. Saat ku lewat di depannya dia
tersenyum dan ku balas senyumnya,mungkin ini hal biasa yang dia lakukan
pikirku.
Setelah sholat kami pun pergi
mencarai kosan dan akupun malam itu dapat kosan kosong berkat kak zul, malam
itu aku tidur di kosan baru dan omku tidur di kosan k zul,omku hanya menemaniku
1 hari samapi aku selesai daftar ulang, setelah itu dia balik lagi ke jakarta, betapa
sedihnya aku sendiri di kosan dan belum mengenal lingkungan sekitar. Padahal
jadwal aku masuk masih sebulan lagi.
Ku beranikan diri untuk menjalani
kehidupan sendiri di pulau orang. Setiap harinya aku hanya diam di kosan dan
sekali-sekali keluar untuk membeli barang-barang dan makanan. Beginilah
seterusnya sampai waktu masuk kuliah tiba.
Awalnya aku tak memakai jilbab tapi
melihat kakak tingkat yang 1 kosan denganku memakia jilbab, maka ku putuskan
untuk pergi membeli baju dan rok panjang serta jilbab untuk persiapan masuk
kuliah dan akhirnya aku pun memakai jilbab. Kali ini kisah kehidupanku tidak
seperti waktu SMA dulu yang hanya pakai jilbab saat aku di sekolah saja, saat
ini di kampus maupun di luar kampus aku memakai jilbab, awalnya aku kuliah
matrikulasi dan jilbab yang ku pakai masih jilbab paris biasa yang ku bentuk
seperti hijabers saat ini, dan itu berlangsung sampai matrikulasi selesai.
Yang awalnya tak terpikirkan di
tengah masa perkuliahan matrikulasi aku mengikuti mentoring bersama kakak
tingkat dan yang membuatku kaget kakak tingkat yang ku temui semuanya
menggunakan jilbab yang besar yang menutupi dada.
Disinilah aku mulai menyadari betapa
pentingnya menggunakan jilbab. Sejak saat ini aku bertekad memakai jilbab, sampai
tiba saatnya hidayah kedua datang kepadaku.
Masa perkuliahan matrikulasi sudah
berakhir dan tibalah masa-masa perkuliahan bersama kakak-kakak tingkat,tak ku
sangka prasangkaku tentang mahasiswa di kampus yang bebas,banyak yang tidak
pakai jilbab,banyak yang pacaran,semuanya luntur dengan kenyataan yang ku lihat
di kampusku saat ini.
Ku merasa aku sedang berada di
lingkungan pondok pesantren karena mayoritas muslim sangat banyak dan jilbab
yang mereka pakaipun panjang-panjang,antara laki-laki dan perempuan pun hampir
tak terlihat ada yang pegangan tangan ataupun berpelukan seperti pransangkaku
dulu.
Setelah menjalani masa perkuliahan
dan mengikuti organiasi seperti BEM dan LDK di kampus, aku mulai mendapat
hidayah bahwa menutup aurat itu sangat penting dan menjadi kewajiban umat
muslim,saat itulah aku mulai berubah, aku mulai memakai jilbab panjang dobel
yang menutupi dada, memakai kaos kaki kemana-mana, dan ini tetap ku lakukan
sampai detik ini.
Tak tahu kenapa semenjak aku berubah
seperti ini kenyamanan, kedamaian ku rasakan, aku menjadi lebih tahu bahwa
sedikit saja aurat kita terbuka akan menimbulkan dosa, dan semenjak saat itu
aku tidak senang memakai celana, dan sampai saat ini aku tidak pernah lagi
keluar memakai celana karena aku sudah terbiasa memakai rok, dan aku sangat
bersyukur Allah mentakdirkan aku kuliah di kampus yang begitu kuat agamanya dan
sampai detik ini rasa bersykur terus ku panjatkan karena allah telah
mempertemukanku dengan kakak tingkat yang begitu luar biasa yang membuatku
tersadar akan islam dan diriku sebagai muslimah.
Ternyata memang benar bahwa apa yang
di bolehkan dan tidak di bolehkan oleh agama islam itu bermanfaat bagi kita
semua, contohnya saja saat kita memakai jilbab panjang, baju panjang, rok
panjang yang longgar, maka seluruh bentuk tubuh kita takkan terlihat oleh
laki-laki dan ini membuat kita terbungkus dari hal-hal yang tak di inginkan.
Aku punya tips bagi teman-teman
muslimah yang lain bahwa di dalam al Qur’an sudah jelas menjelaskan bahwa
seorang muslimah berkewajiban memakai jilbab yang syar’i, bagaimana jilbab yang
syar’i itu?
Apakah jilbab yang ketat yang tidak
menutupi dada itu termasuk jilbab syar’i?
Tentu saja tidak kawan, jilbab yang syar’i itu adalah jilbab yang
kita kenakan menutupi dada.
Dan juga jilbab yang tidak tembus
pandang. Ingatlah bahwa jika kita menggunakan jilbab yang tidak menutupi dada
maka akan terlihat bentuk tubuh kita, apakah kita mau di jadikan bahan
pembicaraan oleh laki-laki?
Tentu saja tidak,untuk itu ayok kita
biasakan memakai jilbab yang syar’i dan mengajak banyak muslimah-muslimah
diluar sana yang masih belum tahu bagaimana memakai jilbab yang baik agar kita
kelak bersama-sama masuk ke syurga Nya Allah. Amin ya rabbalalamin... J
Wasslamualaikum,,wr.wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar